Menuju Akeditasi Unggul 2027, LPMPP Unhas Konsolidasikan Program Studi Perkuat Kesiapan Re-Akreditasi Institusi II








Kamis, 23 Juli 2026 | Update Berita
Makassar, 23 Juli 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin mulai mematangkan persiapan Reakreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang akan dilaksanakan pada tahun 2027. Mengingat masa berlaku Akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Hasanuddin berakhir pada 27 Desember 2027, sementara dokumen reakreditasi ditargetkan disampaikan kepada BAN-PT pada Februari 2027, LPMPP menggelar Sosialisasi Instrumen Unggul Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 4.1 di Aula LPMPP Universitas Hasanuddin sebagai langkah awal konsolidasi seluruh fakultas dan program studi.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua LPMPP Universitas Hasanuddin, Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., M.N., Ph.D. dan dimoderatori oleh Wakil Ketua LPMPP, Prof. Dr. Kasbawati, S.Si., M.Si. Sosialisasi menghadirkan Prof. Dr.nat.techn. Ir. Mursalim, IPU, ASEAN Eng. sebagai narasumber, serta dihadiri oleh seluruh Kepala Pusat di lingkungan LPMPP, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi (GPMPR) dari seluruh fakultas, ketua program studi jenjang Sarjana dan Vokasi, serta pengelola penjaminan mutu di lingkungan Universitas Hasanuddin.
Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Rini menegaskan bahwa reakreditasi institusi bukan hanya menjadi tanggung jawab LPMPP, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan predikat Akreditasi Unggul sangat ditentukan oleh kesiapan setiap program studi dalam menyediakan data yang valid, menunjukkan capaian kinerja yang unggul, serta menjalankan sistem penjaminan mutu secara konsisten.
“Akreditasi perguruan tinggi merupakan cerminan kualitas seluruh program studi. Karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini melalui penguatan budaya mutu, pengelolaan data yang baik, dan kolaborasi seluruh unit. Semakin siap setiap program studi, semakin kuat pula posisi Universitas Hasanuddin dalam mempertahankan Akreditasi Unggul,” ujar Prof. Rini.
Dalam pemaparannya, Prof. Mursalim menjelaskan bahwa Instrumen APT 4.1 membawa perubahan paradigma akreditasi yang lebih menekankan pada kinerja, luaran, dan budaya peningkatan mutu berkelanjutan, bukan sekadar kelengkapan dokumen. Seluruh indikator penilaian harus didukung oleh data yang valid, mutakhir, dan terintegrasi, sehingga kontribusi setiap program studi menjadi faktor penentu keberhasilan akreditasi institusi.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai indikator utama dalam Instrumen APT 4.1, meliputi tata kelola, kualitas dosen, prestasi mahasiswa, luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kinerja lulusan, hingga sinkronisasi data dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Melalui kegiatan ini, setiap program studi diharapkan dapat segera mengidentifikasi, memverifikasi, dan melengkapi data yang akan menjadi bagian dari dokumen reakreditasi institusi.
Prof. Rini menambahkan bahwa output utama kegiatan ini adalah membangun komitmen seluruh program studi untuk berkontribusi aktif dalam penyediaan data dan pemenuhan indikator yang dibutuhkan pada dokumen Akreditasi Perguruan Tinggi.
“Kita ingin memastikan seluruh program studi memahami perannya sejak awal. Reakreditasi institusi hanya dapat berhasil apabila setiap program studi menyiapkan data yang akurat, terdokumentasi dengan baik, dan menunjukkan budaya mutu yang berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai tahap awal, sosialisasi ini dilaksanakan dalam Batch II yang diperuntukkan bagi program studi jenjang Sarjana dan Vokasi. Selanjutnya, LPMPP akan menyelenggarakan Batch II bagi program studi Magister, Doktor, Profesi, Spesialis, dan Subspesialis, sehingga seluruh jenjang pendidikan memperoleh pemahaman yang sama mengenai Instrumen APT 4.1 dan kontribusinya terhadap penyusunan dokumen reakreditasi institusi.
Melalui kegiatan ini, LPMPP Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi fakultas dan program studi dalam mempersiapkan reakreditasi institusi. Dengan penguatan budaya mutu, peningkatan kualitas data, dan sinergi seluruh unit, Universitas Hasanuddin optimistis dapat menyampaikan dokumen reakreditasi sesuai target pada Februari 2027 serta mempertahankan predikat Akreditasi Unggul sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.