Focus Group Discussion (FGD) Pengajaran Inklusif Bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Unhas





Senin, 24 November 2025 | Update Berita
Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmennya terhadap pendidikan yang inklusif dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) selama tiga hari, mulai tanggal 21 hingga 23 November 2025. Acara penting ini berpusat pada penyusunan Pedoman Dosen Pengajaran Inklusif bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus (MBK) dan diselenggarakan di Hotel & Convention Universitas Hasanuddin.
FGD ini bertujuan untuk menghasilkan panduan baku yang dapat diterapkan oleh seluruh dosen di lingkungan Unhas, memastikan bahwa mahasiswa berkebutuhan khusus mendapatkan akses dan kualitas pengajaran yang setara dan adaptif. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, M.Sc, dalam sambutannya saat pembukaan, menyatakan bahwa hari ini kita akan berbuat untuk Indonesia yaitu suatu pedoman yang merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kampus merdeka yang sesungguhnya.
“Pendidikan adalah hak setiap individu, dan tugas kita sebagai institusi adalah menghilangkan segala hambatan yang ada. Pedoman ini akan menjadi peta jalan bagi dosen dalam merancang kurikulum, metode pengajaran, dan penilaian yang ramah disabilitas,” ujar beliau.
Acara ini menghadirkan narasumber ahli dari berbagai latar belakang, termasuk Kepala Pusat Disabilitas, psikolog pendidikan, praktisi pendidikan inklusif, perwakilan dosen dari berbagai fakultas, dan yang terpenting, perwakilan dari mahasiswa berkebutuhan khusus dan orang tua. Keterlibatan langsung MBK diharapkan dapat memberikan masukan praktis dan berharga mengenai tantangan nyata yang mereka hadapi di lingkungan akademik.
Beberapa isu utama yang dibahas dalam FGD meliputi:
- Adaptasi materi ajar untuk mahasiswa dengan gangguan penglihatan dan pendengaran.
- Strategi penilaian yang fleksibel dan adil.
- Pemanfaatan teknologi asistif dalam pembelajaran.
- Pembangunan sikap empati dan kesadaran inklusif di kalangan civitas akademika.
Diharapkan, hasil akhir dari FGD ini dapat segera disosialisasikan dan diimplementasikan pada semester berikutnya, menjadikan Unhas kampus percontohan dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di Indonesia.